BMKG Samarinda Imbau Warga Kaltim Waspadai Banjir dan Longsor Awal Desember 2025

BMKG Samarinda Imbau Warga Kaltim Waspadai Banjir dan Longsor Awal Desember 2025

Samarinda (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) terkait potensi bencana hidrometeorologi pada dasarian pertama Desember atau periode 1–10 Desember 2025. Peringatan ini dikeluarkan seiring meningkatnya peluang hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di sejumlah wilayah.

“Peringatan dini kami sampaikan karena hujan dapat menyebabkan banjir, sungai meluap, jalan licin, tanah longsor, hingga kemungkinan pohon tumbang karena hujan berpotensi disertai angin kencang dan petir,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto BMKG Samarinda, Riza Arian Noor, Selasa.

Berdasarkan prakiraan curah hujan pada 10 hari pertama Desember, sebagian besar wilayah Kaltim Gelay88 diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah antara 50–150 milimeter dengan peluang hujan lebih dari 70 persen.

Sementara itu, wilayah Kaltim bagian barat—meliputi sebagian Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Mahakam Ulu, dan Kutai Timur bagian barat—diprakirakan diguyur hujan kategori tinggi antara 150–300 milimeter, dengan peluang hujan berkisar 50–70 persen.

Riza menjelaskan bahwa prakiraan deterministik menunjukkan pola yang serupa, di mana mayoritas wilayah Kaltim akan mengalami curah hujan menengah 50–150 milimeter. Adapun sebagian wilayah Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan Kutai Timur bagian barat berpotensi mendapat curah hujan tinggi 150–200 milimeter.

Untuk sifat hujan dasarian pertama Desember, BMKG memperkirakan variasi kondisi di Kaltim. Sebagian besar wilayah diprediksi akan mengalami sifat hujan normal pada kisaran 85–115 persen. Namun, sejumlah wilayah di bagian utara dan tengah diperkirakan mengalami sifat hujan atas normal pada kisaran 116–150 persen.

Selain itu, BMKG juga mencatat kondisi hari tanpa hujan (HTH) pada dasarian ketiga November (21–30 November 2025). Meski secara umum Kaltim mengalami hujan, beberapa daerah masih mencatat hari tanpa hujan kategori sangat pendek, yakni antara satu hingga lima hari.

Dengan potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan banjir, longsor, dan kawasan dengan struktur tanah labil. Riza juga mengingatkan pengguna jalan agar berhati-hati karena risiko jalan licin dan angin kencang dapat meningkatkan potensi kecelakaan.

BMKG akan terus memperbarui informasi cuaca dan meminta masyarakat untuk mengikuti perkembangan terbaru melalui kanal resmi BMKG.

Baca Selengkapnya: https://thewomaninblack.com.au/contact